Cara Pilih dan Pasang Dashcam di Mobil

Kecelakaan di jalan bisa terjadi di saat yang tidak terduga karena berbagai kondisi. Nah, tangkapan video dari dashboard camera atau dashcam dapat dijadikan alat bukti jika terlibat kecelakaan di jalan. Alhasil, pengguna jalan lain yang terlibat kecelakaan sulit untuk berkelit kalau terbukti ia yang bersalah.

Cara kerja dashcam mirip dengan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV), dan didesain untuk merekam kondisi jalanan selama mengemudi. Dashcam biasanya dipasang di kaca depan atau pegangan spion tengah dan menghadap ke depan, atau diletakkan di atas dasbor.

Cara Pasang Dashcam Sendiri

Anda dapat menggunakan dashcam yang dapat merekam video dengan resolusi Full HD 1080P, 60 FPS dengan sudut pengambilan gambar sekitar 120-150 derajat. Semakin besar sudut lensa, maka kemampuan kamera semakin luas dalam menangkap obyek-obyek di sekitar mobil.

Jika mobil Anda dilengkapi kaca film, hindari penggunaan suction cup holder. Pemasangan holder ponsel atau perangkat GPS atau dashcam di kaca depan dengan menggunakan “suction cup” yang bekerja dengan prinsip vakum. Pemasangan holder di kaca depan lama kelamaan akan merusak kaca film, karena lem dari film akan tertarik karena berat dashcam sehingga mengkerut dan menimbulkan bekas berupa bulatan. Kerusakan kaca film pada kaca depan kendaraan bisa mengganggu visibilitas saat berkendara dan mengurangi keamanan berkendara. Anda bisa letakkan di spion tengah atau di dashboard. Selain merusak kaca film, penggunaan suction cup untuk dashcam juga kurang kuat sehingga mudah jatuh. 

 Langkah-langkahnya cukup mudah, Anda bisa ikuti petunjuk di buku manual:
1. Atur agar posisi dahcam tidak  menghalangi pandangan atau membuat area dasbor tampak kusut akibat kabel menjuntai. 
2. Rapikan juluran kabel power dan colok ke lighter sebagai sumber daya.
3. Usahakan untuk tidak menggunakan dashcam yang sampai mem-by-pass jalur kelistrikan mobil.
4. Lakukan simulasi untuk memastikannya beroperasi dengan baik dan merekam saat dibutuhkan.